06 February 2013

Sepenggal Motivasi 1

Nerimo (Menerima Apa Adanya)

"Dadi wong nerimo iku garai kepenak lan enteng" (Jadi orang yang menerima apadanya itu dapat membuat mudah dan ringan ). Ya, mungkin salah satu kalimat inilah yang  aku tangkap dari nasihat-nasihat orangtua ku. Dan aku berusaha untuk menjalani hidup ini dengan rasa Nerimo ini. 

Well, hasilnya memang luar biasa. Meskipun taraf rasa Nerimo aku ini masih rendah, tapi aku sudah bisa membuktikan kalimat yang saya tangkap di atas. Sungguh.

Bagaimana menerapkan rasa Nerimo itu dalam hidup?
oke, gini.. tapi ini menurut aku loh, alias versiku. hehehe
  1. Coba deh, jalani hidup ini sesuai kemampuan materi ortumu (otomatis kamu kan? kalau mampu - Alhamdulillaah, kalau belum - tetep Alhamdulillaah :)). Nggak usah ngiri sama orang-orang yang lebih dari kita. Apa coba fungsinya iri? Lagian kalo hidup itu jangan liat atas terus, kalau di bawahnya ada batu atau lubang kan kita malah jatuh dan terjerumus kan? --a
  2. Dengan begitu (nomor 1), pokoknya jangan lupa berSYUKUR deh ^_*
  3. Tendang aja tuh, kata Gengsi! -s- (PENTING)
  4. Karena kita mampu-nya beli sesuatu 'segitu' atau beli sesuatu emang 'segitu' demi kebutuhan yang penting lain, terus ada yang bilang, "Eh, kok ketinggalan trend sih?" atau "gini nih, gaya anak muda sekarang, sementara kamu? eh". EGP! yeah, tanggepin aja 'masalah buat mereka? penting ya, ngikutin trend dunia tapi trend pikiran nggak di update sama sekali?' Yang penting cuek aje! Ini hidup kita! Nah, kecuali kalo emang mampu ya, nggak apa,. sangat monggo sekali.. yang penting kalo ngikutin trend harus inget dengan etika-etika agama dan masyarakat. :D
  5. Apa lagi ya... sementara ini dulu dah,, yang berkenan menambahkan atau membenahi silahkan comment. :)
So, kalo kita pengen jadi orang Nerimo tapi diiringi dengan kemajuan, kita harus mendukung apa saja yang bisa membuat kita menjadi orang besar dan sukses.
Belilah dan Ambillah yang penting terlebih dahulu.. Nggak usah sok gengsi aja deh.

Nah, kalo kita udah bisa menerapkan rasa nerimo ini, pasti deh, hidup ini rasanya lebih mudah dan ringan. Nggak terpaut dengan harus begini begitu lah. Pokoknya, hmmm.. deh. 
Dan bahkan ada juga orang luar akan melihat kita seperti 'adem ayem' dan 'kebutuhan tercukupi'.

"Dari sederhana, dengan sederhana, untuk menjadi besar dan sukses yang tetap sederhana"

YK,
Rabu, 6 Februari 2013 22:20

Antara Optimis dan Pesimis

Apa sih, nama dari rasa yang ada di antara Optimis dan Pesimis? Yah, itu satu hal yang ada di antara 2 rasa yang berlawanan. Aku sendiri tidak tau, apa namanya itu. Namun, itulah yang aku rasakan ketika menunggu pengumuman SNMPTN 2012. 

Ingat waktu akan memilih jurusan, sempat bingung juga. Tanya sini , tanya situ. Yah..mungkin sifatku yang kadang susah atau lama dalam mengambil keputusan juga memengaruhi hal ini. Kemudian, sebelum aku menentukan pilihan jurusan, aku mempertimbangkan beberapa faktor yang ada  pada diriku. Karena jika masalah tempat sudah ditetapkan, yaitu di Yogyakarta. Karena disana sudah ada kakakku dan ada salah satu universitas yang aku inginkan. Jadi, masalah Perguruan tinggi yang akan aku ambil, waktu itu sudah aku tentukan terlebih dahulu. Yaitu di UGM dan UNY. 
Oke, Kembali ke faktor yang aku pertimbangkan. Aku mempertimbangkan apa saja yang menjadi kelemahanku dan kemampuanku terlebih dahulu, kemudian aku mempertimbangkan aku itu lebih suka dalam hal apa dan aku betah melakukan sesuatu apa. Karena aku betah berhitung (meskipun kadang-kadang nggak nemuin jawabannya juga), suka logika, betah di depan komputer berjam-jam (meskipun cuma nggame, edit foto) dan nggak betah kalo disuruh belajar bologi atau sejarah (apalagi kalo besoknya mau ulangan 2 mapel itu, jadinya pas malem, eh belum sampai malem ding, udah ketiduran sambil megang buku catatan atau buku paket, haha). So, karena waktu itu esoknya kertas dari BP yang suruh nulis jurusan yang akan diambil (boleh berubah ketika akan benar-benar mendaftar) harus segera dikumpulkan, akhirnya aku memlih jurusan Matematika dan Teknologi Informasi (UGM) serta Pendidikan Matematika dan Pendidikan Teknik Informatika (UNY). Iya, seingetku sih waktu pertama kali nulis di BP aku milih itu. --a

Kemudian, beberapa hari sebelum pendaftaran, aku sempat chatting via FB sama kakak pertamaku. Dengan beberapa obrolan, akhirnya aku mengubah pilihan jurusan. Karena masalah pemilihan jurusan, kedua orangtuaku memberikan kebebasan kepadaku yang penting baik dan aku bisa bersungguh-sungguh. 

Dimulai dengan basmallah, ketika mendaftar aku putuskan untuk memilih Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (UGM) serta Pendidikan Matematika dan Pendidikan Teknik Informatika (UNY).

Nah, setelah menentukan pilihan, munculah rasa optimis dan pesimis. Optimisnya, Alhamdulillaah nilai-nailai raportku yang ada hubungannya dengan Jurusan pilihanku itu lumayan-lah buat membantu. Dan yang pasti doa dan support dari Ibu Bapak juga memengaruhi. Tapi nih, yang buat aku pesimis itu banyaknya saingan yang mendaftar SNMPTN Undangan. Dari seluruh Indonesia hanya diambil beberapa doang, apalagi pilihan pertamaku itu termasuk dalam 5 besar yang passing grade nya paling tinggi di UGM.

Karena aku pesimis, aku sempat merencanakan bagaimana dan kemananya akunya nanti jika tidak lolos SNMPTN Undangan sampai ke kemungkinan terburuk. Tapi dalam hatiku terus berdoa semoga dapat diterima lewat jalur undangan ini. Dan waktu itu, berhubung kakakku ngajar di bimbingan belajar, yaitu di Nurul Fikri, aku ditawarin untuk ikut Super Intensif (SI), ya..intinya persiapan mengikuti SNMPTN Tulis. Nah, entah mengapa juga, waktu SI aku seperti agak merasa santai. Padahal udah aku niatin, Maya harus bisa serius dan bisa mengerjakan SNMPTN Tulis jika SNMPTN undangan belum dapat lolos. Ya..mungkin inilah yang namanya rasa 'optimis yang terselip'.

Dan pada akhirnya, Alhamdulillaah. Tanggal 26 Mei 2012 adalah hari yang sesuatu bagiku. Pengumuman kelulusan SMA dan kelolosan SNMPTN Undangan diumumkan pada tanggal itu. Alhamdulillaah sekalii, aku dapat Lulus dan Lolos. 

So, menurutku nih ya, rasa optimis dan pesimis itu kalau datang pada diri kita ya, wajar aja, namanya juga manusia. Yang penting terus berusaha, berdoa, dan yakin. Dan yang pasti ridho dan doa Orang Tua, apalagi Ibu.


Oke, semoga dapat bermanfaat bagi semua, terutama bagi yang akan memasuki dunia perkuliahan. 
Ini hanya sekedar sedikit pengalaman dari aku.


Semoga Sukses !
back-to-top
Berteman