Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

08 Februari 2018

I-B-U

Pagi hari di hari Senin. Menikmati gabungan dingin dan hangat sejenak usai ber-"empatpuluh kilometer" ditemani kabut tipis. Sebagian jari-jemari tak sengaja memang bersandar di atas keyboard. Namun, beberapa detik atau sedikit menit kemudian, saya baru menyadari bahwa tiga jari sedang menutupi tiga huruf yang jikalau dirangkai bisa membentuk satu kata yang spesial. IBU. Saya langsung ambil HP dan mereka ulang untuk saya abadikan (tetapi tak abadi).

Ah, kenapa bisa pas. Apalagi "kondisi" dua hari dan sehari sebelum hari Senin kemarin sangat mendukung saya untuk ingin menghubungi Ibu. Dan akhirnya, siang hari setelah sampai di kos, saya langsung menghubungi Ibu. Alhamdulillaah, sudah sangat lega.

Sehat terus nggih, Ibu dan Bapak :*

22 Januari 2018

Ponakan Ketiga

Sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya pada bulan September 2016, saya pulang pertama kali ke rumah dengan status tidak lagi sebagai mahasiswi. Kepulangan waktu itu rasanya memang nano-nano. Mungkin kamu yang hampir seperti saya (apanya? wkwk), tau rasanya bagaimana meninggalkan sesuatu dan/atau seseorang (eh banyak orang ding) setelah sekian waktu pernah bersama. Berat di awal memang (halah. Back to topic!).

14 Juni 2017

Bermain Imajinasi

Waktu ngumpul di rumah...
"Dek, bulik tolong ambilin pisang ya."
Dek Hafidz yang baru bisa berjalan pun melangkahkan kakinya menuju kertas bergambar buah-buahan yang tertempel di dinding. Kemudian memegang gambar pisang saklirang dan tangannya seolah-olah sedang memetiknya, lalu berputar arah-berjalan kembali menuju buliknya (saya). Setelah sampai di saya, dek Hafidz memberikan "pisang" itu ke saya.
"Bulik suapin dong dek."
"Iya, bulik supain dek. Pisangnya dikupas dulu."
Dek Hafidz pun memainkan kedua tangannya (tadi satu tangan) seolah-olah dia mengupas pisang itu. Lalu dia mendekatkan tangannya ke mulut saya. Iya, dek Hafidz menyuapkannya ke saya.
"Hm...," Saya pun seolah-olah makan pisang itu. Lalu dek Hafidz berputar arah kembali. Namun belum sampai melangkah banyak, saya hentikan sejenak.
"Dek dek, mulutnya bulik nyepres ni. Di-lap-in ya"
Dan dek Hafidz putar arah kembali, mendekati saya dan membersihkan mulut saya.

04 Januari 2017

Memberi Kabar

Begini ya rasanya "berada di pihak" yang sedang khawatir. Sampai hampir kayak nggak fokus mau ngapa-ngapain.
Okay, saya nggak cerita apa yang barusan kemarin saya khawatirkan (dan Alhamdulillah sekarang sudah tenang dan senang), tetapi pengen bikin catatan aja.

Kalau lagi perjalanan yang nggak dekat, sebisa mungkin HP dalam kondisi aktif dan baterai penuh. Jika kita sudah sampai tempat tujuan, sebisa dan sesegera mungkin mengabari keluarga dan/atau orang yang kamu cintai dan/atau yang tau kita sedang melakukan perjalanan. Itu penting bangeet. Dan kalaupun ada sesuatu hal yang membuat perjalanan kita tidak sampai sesuai waktu seharusnya, segera memberi kabar juga.
Pokoknya memberi kabar itu kudu banget.

Kecuali..
HP tertinggal ( agak seringnya :(( ),
... hal-hal lain..
Dan semoga yang di pengecualian ini tidak terjadi pada saat ini dan kemudian yaa.

19 Januari 2015

Tujuh Tahun

Tiba-tiba pengen nggabungin - eh ngebandingin dua foto ini. Dua foto dengan posisi dan pose yang hampir sama namun diambil dalam waktu yang sangat berbeda. Ya berbeda. Tahun 2007 dan 2014. Selang tujuh tahun. Hehehe :D
back-to-top
Berteman