Jun 14, 2017

Bermain Imajinasi

Waktu ngumpul di rumah...
"Dek, bulik tolong ambilin pisang ya."
Dek Hafidz yang baru bisa berjalan pun melangkahkan kakinya menuju kertas bergambar buah-buahan yang tertempel di dinding. Kemudian memegang gambar pisang saklirang dan tangannya seolah-olah sedang memetiknya, lalu berputar arah-berjalan kembali menuju buliknya (saya). Setelah sampai di saya, dek Hafidz memberikan "pisang" itu ke saya.
"Bulik suapin dong dek."
"Iya, bulik supain dek. Pisangnya dikupas dulu."
Dek Hafidz pun memainkan kedua tangannya (tadi satu tangan) seolah-olah dia mengupas pisang itu. Lalu dia mendekatkan tangannya ke mulut saya. Iya, dek Hafidz menyuapkannya ke saya.
"Hm...," Saya pun seolah-olah makan pisang itu. Lalu dek Hafidz berputar arah kembali. Namun belum sampai melangkah banyak, saya hentikan sejenak.
"Dek dek, mulutnya bulik nyepres ni. Di-lap-in ya"
Dan dek Hafidz putar arah kembali, mendekati saya dan membersihkan mulut saya.

2 comments:

back to top