Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komputer UGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komputer UGM. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2016

Cerita Semester Satu,

Mei 2012,
Rasanya bersyukur banget setelah melihat tulisan merah yang awalnya saya kira 'pengumuman tidak diterima', namun Alhamdulillaah ternyata bukan. Semakin terasa saja doa dan perjuangan Ibu-Bapak yang bisa mengantarkan saya sampai tingkat kuliah ini dengan cara yang 'seperti ini'-hmm ya begitu, saya terkadang 'merasa bejo' di setiap memasuki jenjang pendidikan baru, lha wong kemampuan saya cuma ecek-ecek gini aja. Dan mulailah waktu itu saya memasuki dunia baru di jurusan eh prodi yang saya pilih 'dadakan', Ilmu Komputer UGM (tak banyak-banyak, sudah pernah cerita tentang ini).

Seneng dan khawatir (awalnya) - dua rasa awal ketika mulai bersiap memasuki dunia ini.  'Khawatir bakal bisa atau tidak ya nanti' pernah terasa. Apalagi ada yang pernah bilang, "Dulu pernah lihat si-x yang kuliah di ilmu komputer tiap buka laptop isinya kode-kode doang", terus pernah lagi ada yang bilang "Lho Ilmu komputer? Susah lo nanti..". Tapi kudu yakin dan buang rasa khawatir. InsyaAllaah pasti bisa. Saya memilih dan saya harus bertanggung jawab. Begitu pikir saya.
Dan pada akhirnya, mas Eko "memberikan saya tugas" untuk mempelajari dua buku tentang pemrograman pascal terlebih dahulu sembari "menunggu waktu masuk kuliah" yang masih sekitar tiga bulanan. Ya, dua buku tersebut memang sudah (agak) lama, sejak mas Eko masih kuliah dan saya waktu itu masih SD. Namun setidaknya saya mulai sedikiiit mengenal 'dunia ini', begitu tujuannya.

Namun ya dasar maya, buku itu dipelajari sih tapi sambil "bermain" dan nggak selesai. :D
Saya memang senang dan betah di depan komputer ini - komputer yang dibelikan mas Eko di Jogja dan dibawa ke Ngawi naik bus :D. Saya bisa betah karena ada banyak hal yang bisa dilakukan dengannya. Mulai bermain, 'ngerusak foto', ngerjain tugas, dsb. Jadilah saya yang sering sok multitasking ini. Dan waktu itu saya lebih banyak "bermain" dan berselancar ke dunia maya (pake spasi ya) dan masih inget waktu itu lagi musim 'nyari temen' se-prodi (dan sekitarnya) di salah satu media sosial, terus sok sok kenalan, tanya nama, tanya asal, dsb. Lucunya juga kalau waktu kenalan sama orang yang nggak masang fotonya sendiri itu kan kadang otomatis terlintas 'bentuknya dia kayak gini', eh tapi ternyata waktu mulai ketemu di dunia nyata beda sama 'yang pernah terlintas' bahkan bisa saja malah kebalikannya wkwk.

Agustus 2012,
25 Agustus 2012, pertama kalinya saya naik bus dari Ngawi menuju Jogja sendiri. Dan untuk pertama kalinya pula saya tidak di rumah di kala masih suasana lebaran. Perjalan pertama yang memang tak bagitu mulus, mulai dari bus yang sangat penuh sesak, dan sampai saya tanya polisi di terminal Solo (Terminal Tirtonadi). Ya, tanya polisi... karena ternyata bus yang saya tumpangi dari Ngawi tidak langsung sampai Jogja (katanya karena ngejar waktu (?)) dan akhirnya saya dan penumpang lain yang bertujuan lebih dari Solo harus ganti bus. Suasana terminal Solo waktu itu belum serapi saat ini. Jadilah saya bingung mau naik bus nya dari mana haha, tanya orang yang juga mau ke jogja pun juga nggak tahu, daripada kelamaan nyari sendiri, saya langsung tanya polisi saja  - eh ntah polisi atau bukan pokoknya bapak-bapak berseragam seperti polisi dan saya anggap itu polisi, hihi. Dan akhirnya dapat jawaban yang jelas dan cus lanjut ke jogja, tepatnya menuju Janti karena dijemput mas Eko di sana.

Palapa w/ 254, Saya dan atribut Palapa (masih kuruus ya :D),
Saya dan atribut Pascal, ketemuan sama (sebagian) 254 di Burjo
Minggu terakhir di bulan Agustus adalah saat-saat mulai berkenalan dengan kampus ini dan sebagian penghuninya melalui PPSMB Palapa dan Pascal. Di PPSMB Palapa saya bertemu dengan teman-teman kelompok 254 gugus Biologi yang beragam dari berbagai program studi. Hmm cukup berkesan bersama mereka. Walau usai Palapa kami sering berisik di grup untuk merencanakan ketemuan, namun pada akhirnya hanya terlaksana sebanyak amat sedikit kali, haha, yang saya ingat dan/atau ikut sih dua kali, pertama waktu di semester tengah (lupa semester berapa) yang masih "didampingi" sama pemandu kami dan kedua waktu semester tua - minggu pagi di burjo yang cuma berempat (Halo Anin, Ilma, Abil :D). Dan sekarang pun mereka kebanyakan udah pada lulus, bahkan pemandu kami - mas Adien pun sudah menikah (hihi selamat mas, samawa nggih :)).
Pascal, masuk kelompok Dewi Madrim. Tapi sayangnya habis pascal ya udah selesai, saya pun tidak tahu kabar semua teman pascal (haha, parah ya saya? :o) paling tau satu dua doang, tapi malah sering ketemu sama mbak pendamping, halo mbak Ami hehe.

Semester pertama,
Karena tahun 2012 saya masih "aktif" update status di FB, jadinya saat ini saya masih tahu kapan pertama kali masuk kuliah waktu itu, hehe. Ya, hari Senin tanggal 3 September 2012 :")

For the forst time ngrasain jadi mahasiswa, sekolah nggak pakai seragam dengan teman-teman baru yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Kalau masalah mata kuliahnya sih sebagian besar masih tentang kemipaan yang hm hampir bisa dibilang seperti SMA (untungnya nggak ada biologi, hehe --v) ditambah dengan mata kuliah keagamaan dan beberapa mata kuliah 'keilmukomputeran'. Kemudian semua jadwal di semester satu itu (seinget saya) pagi semua. Paginya waktu itu masih jam tujuh (soalnya paginya semester akhir-akhir kemarin itu jam setengah delapan). Dan bisa dibilang waktu itu saya masih jarang terlambat. Padahal waktu itu saya masih tinggal di jalan Godean yang kalau pagi-pagi gitu jalan menuju kampus padat-padat manis hehe. Sesampainya di kelas saya masih sering duduk di depan. Bahkan sampai cim-ciman sama Lovi, Memei. Siapa yang duluan, ng-cim-in tempat duduk yang belum datang. Ckckck, sregep e ya ndisik? hihi.

Usai kuliah atau sela-sela pergantian jadwal kuliah, awal-awal semester pertama saya sering langsung pulang kalau nggak ya makan dulu bareng beberapa teman, ya seringnya sama Lovi Memei Tepen. Soalnya selain NIM kami berdekatan, kami juga satu kelas kemipaan (kecuali Memei) dan satu kelas keagamaan (kecuali Tepen). Dan waktu itu suka (nggak sering sih tapi) makan di kantin kopma (yang deket sama gelanggang dan foodcourt itu), soalnya hm bisa dibilang lebih murah hehe.

Selain perkuliahan, semester pertama juga identik dengan makrab dan milih mau ikut atau nggak ikut organisasi. Di Ilkomp nggak ada ospek yang macem-macem atau yang sampai nyita waktu kuliah, soalnya ya cuma sekali waktu makrab tiga hari itu, sama paling ya tiap sore (dan nggak tiap hari juga) buat persiapan makrab. Makrab waktu itu namanya Android (bener nggak ya? lupa. Kalau bener, kepanjangannya saya juga lupa hehe, maafin yaa). Dan seperti biasanya, makrab itu dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya waktu itu masuk ke kelompok dengan jumlah yang paling sedikit  dan ceweknya huruf depannya T semua (Saya, Tantri, Tea, Tashia,  Tyagita), Pisanggram. Ya, nama kelompoknya harus gabungan dari nama makanan dan IT. Ohiya makrab ini gabugan ilkom dan komsi (D3 Komputer dan Sistem Informasi).

Masih inget waktu itu sedihnya, pas mau berangkat makrab, salah satu teman cewe yang paling semangat tiba-tiba sakit dan nggak bisa ikut. Jadilah kelompok yang paling sedikit ini menjadi lebih sedikit. Dan ketika makrab sudah mulai berjalan, satu kalimat yang ada di pikiran saya, "Begini ya? Diluar dari yang saya kira". Saya bisa berpikir seperti itu mungkin karena kebiasaan saya sebelumnya waktu SMA. Kan dulu saya di SMA saya ikut PMR yang merupakan organisasi paling banyak diklat (biasanya nginep dua hari, kadang di sekolah, kadang di buper). Dulu kalau waktu SMA, kalau acaranya diluar berangkat itu naik satu truk. Naik di belakang bagian truk itu rame-rame, Sedangkan makrab ini naik bus dan semua dapat duduk masing-masing. Kemudian jalan-jalan malam (JJM) waktu SMA itu jalannya bukan perkelompok, tapi maksimal dua orang (bahkan pernah sendiri). Dan mending juga waktu makrab kuliah selain jalan perkelompok tetapi juga ada lilin dan beberapa lampu masih ada, berbeda sama waktu SMA kalau JJM di sekolah semua lampu dimatikan dan tidak selalu membawa lilin. Bisa dibayangkan kan, berjalan sendiri mengelilingi sekolah dengan semua lampu dimatikan? hehe.

Untuk mau ikut eh daftar organisasi atau nggak, saya memilih untuk daftar. Dan saya memilih mendaftar di satu pilihan saya dan satu saran mas Eko. OmahTI (Oti) dan KMFM. Pengennya sih daftar di dua organisasi itu biar selain bisa (harapan) nambah pengalaman dan teman, terus juga bisa belajar softskill (mengingat saya yang sering di-gembleng Bapak karena ber-'mental tempe' huhu), serta juga bisa nambah belajar IT (sesuai kuliah) dan agama.

**sek.. mikir, opo neh ya ng semester siji?**
 
Hmm,
sepertinya itu saja cerita di semester satu. Maaf, kalau ada ingatan saya yang mungkin sedikit mesle. Hehe.
Saya ingin menulis karena membaca cerita tulisan sendiri di beberapa tahun kemudian itu ada rasa-rasanya gimana gitu. Hihi. Dan sebenarnya saya sudah ingin nulis cerita tentang kuliah sejak masih nggarap TA, tapi baru kesampean nulis saat ini, malah baru sepedelapannya lagi. Duh ya, dasar Maya - jangan ditiru, hehe. :P

[entah bersambung atau tidak....]

09 Maret 2014

Hubungan antara B-tree dan Disk

[Postingan kali ini agak berbeda dari postingan sebelum-sebelumnya. Lebih (sedikit) serius dan tidak 'macem-macem'. Tentu saja hal ini dikarenakan postingan kali ini adalah sebuah tugas. Tugas kuliah Analisis dan Desain Algoritma II tentang hubungan antara B-tree dan disk. Semoga bermanfaat. -- Maaf pak, saya pembukaan dulu.. ]

Sudah menjadi hal biasa, entah itu file tugas, file program, atau bahkan file hiburan yang kita miliki pasti sudah mencapai "sekian" GB. Tentu saja hal ini terlalu besar apabila akan kita simpan dalam memori  (primary storage), sehingga diperlukan suatu disk (secondary storage) untuk tempat penyimpanannya.  

Apabila kita menggunakan disk untuk menyimpannya, akan terjadi banyak hal mekanis yang dapat memperlambat suatu proses. Kita harus menggunakan struktur blok pada disk untuk menyimpannya - misal suatu basis data. Disk akan dibagi menjadi beberapa blok yang ukurannya sama, dimana blok itu adalah satuan unit transfer antara disk dengan memori.

Perlu kita ketahui. sebuah akses ke disk diperkirakan 10.000 kali lebih lambat daripada akses ke main memory yang bisa disetarakan dengan 200.000 instruksi. Jadi, jumlah akses ke disk akan mendominasi running time. Oleh karena itu, dalam hal ini akan dibutuhkan sebuah teknik pencarian yang dapat meminimalkan jumlah akses ke disk dan dapat me-manage data (yang biasanya berukuran besar)  dari harddisk.

Dan teknik yang dibutuhkan dalam hal di atas adalah B-tree, pohon yang bersifat multiway (tiap simpul dapat memiliki lebih dari dua anak). B-tree adalah sebuah balanched search tree yang dapat menyimpan data secara berurutan dan biasa digunakan dalam basis data karena strukturnya yang memungkinkan untuk pencarian, akses sekuensial, penambahan, serta penghapusan dalam waktu yang relatif singkat, yang setiap simpulnya terdiri dari (m/2) sampai m buah simpul anak. 

Sebuah B-Tree didesain untuk digunakan pada disk. Disk hanya dapat membaca dan menulis blok data yang berukuran tetap dan besar sekaligus. Sebuah B-tree dapat menyimpan banyak key di setiap simpulnya, sehingga sebuah disk dapat mengakses banyak key dan branching factors pohon sangat tinggi, sehingga pohon yang kecil akan dapat menyimpan key dalam jumlah yang sangat besar yang dapat diakses hanya dengan beberapa operasi. 

Jumlah akses disk diukur dari jumlah page informasi yang dibutuhkan untuk 'dibaca dari' atau 'ditulis ke' disk. Kita ketahui bahwa waktu akses disk itu tidak konstan - bergantung pada jarak antara track sekarang dan track yang diinginkan dan rotasi awal disk juga.  

Karena data yang tangani begitu besar, semua data tidak masuk ke main memory secara serentak. Algoritma B-tree akan menyalin page yang dipilih dari disk ke main memory yang diperlukan dan menulis kembali ke page disk yang telah berubah. Dan karena algoritma B-tree hanya membutuhkan sejumlah page yang konstan dalam main memory setiap saat, maka ukuran main memory tidak membatasi ukuran B-tree yang dapat ditangani.

Berikut adalah model operasi disk dalam bentuk pseudocode :
x kita jadikan pointer ke objek. jika objek sudah di main memory komputer, maka kita dapat mengarahkan field ke objek seperti biasa : key[x] misalnya. Jika objek menunjuk pada x yang terletak dalam disk, bagaimanapun, maka kita harus melakukan operasi DISK-READ(x) untuk membaca objek x ke dalam main memory sebelum field-nya dapat dirujuk. (Kita asumsikan bahwa jika x sudah di main memory, maka DISK-READ(x) tidak memerlukan akses disk). Demikian pula, operasi DISK-WRITE(x) digunakan untuk menyimpan berbagai perubahan yang akan telah dibuat ke field objek x.

Karena kebanyakan running time sistem algoritma B-tree ditentukan terutama oleh jumlah operasi  DISK-READ dan DISK-WRITE yang dilakukan. Sehingga layak untuk menggunakan operasi ini secara intensif dengan memintanya untuk membaca dan menulis informasi sebanyak mungkin. Jadi, sebuah simpul B-tree biasanya sebesar keseluruhan disk page. 

Untuk B-tree  besar yang disimpan pada disk, branching factors antara 50 dan 2000 sering kalli digunakan, tergantung ukuran relatif key ke ukuran sebuah page. Sebuah branching factors yang besar mengurangi height dari pohon dan jumlah akses disk yang diperlukan untuk menemukan beberapa key. 


Sumber Referensi :
Catatan Kuliah ADA II (3 Maret 2014), Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3, Sumber 4

22 Desember 2013

Sukses buat Kita Semua !

[Sebenarnya sekarang ini aku ingin belajar ASD (Algoritma dan Struktur Data) untuk UAS tanggal 24 nanti, tapi entah, ini kok lagi ingin menulis - Ya udah, nulis dulu.]

"Waktu adalah pelari tercepat." Sebuah kalimat yang pernah aku jadikan status FB-ku beberapa tahun yang lalu, dan ini memang salah satu pernyataanku (makanya sampai sekarang aku masih ingat).
Semester Ganjil kali ini akan segera usai. UAS sudah di depan mata. Tanya tentang persiapan? Ah, entahlah. Aku paling nggak suka kalau diminta untuk mendiskripsikan diri bahwa aku 'sedang belajar'. Oleh karena itu, mungkin orang lain yang bisa menilai kesiapanku dalam menghadapi ujian-ujian ini nanti. 

Berharapnya, di semester ganjil kali ini, aku dapat memperoleh pengalaman dan sebagainya yang bisa aku ambil pelajarannya dan hikmahnya. Salah satu pengalaman yang awal bagi aku pada semester ganjil ini adalah berbicara di hadapan beberapa mahasiswa yang setingkat lebih muda (dilihat dari tahun angkatannya) tiap minggu (tak perlu aku sebutin itu apa). Masih ingat saat awal pertemuan pertama yang aku rasa aku kurang siap, dan akhirnya kekurangsiapan itu membuatku belajar untuk mengkonsep terlebih dahulu sebelum aku (tepatnya dengan satu temanku) berbicara di hadapan mereka. Apalagi aku orangnya kalau bicara sering kali tidak sinkron dengan apa yang aku pikirkan dan malah terkadang menjadi belibet. "Tapi kalau aku nggak mau belajar, apa mau aku kayak gitu terus?" Suatu kalimat yang terkadang aku tekankan pada diriku sendiri.

Dan begini, bukannya aku sok atau gimana. Aku mengambil kesempatan ini karena aku ingin benar-benar 'belajar'. Apalagi aku pernah berkeinginan untuk menjadi ----- (sebut nggak ya? --a). Aku menekankan aku ingin benar-benar belajar dan saling berbagi ilmu. Dan sepertinya aku yakin, bahwa beberapa diantara mereka ada yang lebih 'bisa' daripada aku. Sehingga hal ini terkadang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi aku. 

Sampai pada akhirnya sampailah pada pertemuan terakhir-saat responsi. Aku dan temanku memberikan mereka 1/8 bagian kertas folio untuk diisi pesan/kesan/kritik/saran. Karena hal ini penting menurutku. Sehingga dengan begitu, aku bisa mengoreksi diri aku dan berusaha untuk memperbaiki.

Aamiin...

Gambar tersebut sengaja aku pilih satu kertas saja yang aku perlihatkan. Anggap saja itu sebuah doa untuk kita semua, termasuk aku dan temanku. Sukses juga ya buat kalian :)
Tentang pesan-pesan yang lain, bervariasi sih, tapi sepertinya nggak perlu aku tulis disini.
Mohon maaf dan terimakasih buat semua. Apalagi kami pernah datang sangat terlambat, gara-gara kami masih ada kuliah dan kebetulan ada kuis dan kebetulan lagi aku dan temanku itu sekelas, jadi nggak bisa bagi waktu.

Oke, semoga pengalaman dan pelajaran yang kita dapat di semester genjil ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. 
Sukses buat kita semua!
Aamiin... 

06 Februari 2013

Antara Optimis dan Pesimis

Apa sih, nama dari rasa yang ada di antara Optimis dan Pesimis? Yah, itu satu hal yang ada di antara 2 rasa yang berlawanan. Aku sendiri tidak tau, apa namanya itu. Namun, itulah yang aku rasakan ketika menunggu pengumuman SNMPTN 2012. 

Ingat waktu akan memilih jurusan, sempat bingung juga. Tanya sini , tanya situ. Yah..mungkin sifatku yang kadang susah atau lama dalam mengambil keputusan juga memengaruhi hal ini. Kemudian, sebelum aku menentukan pilihan jurusan, aku mempertimbangkan beberapa faktor yang ada  pada diriku. Karena jika masalah tempat sudah ditetapkan, yaitu di Yogyakarta. Karena disana sudah ada kakakku dan ada salah satu universitas yang aku inginkan. Jadi, masalah Perguruan tinggi yang akan aku ambil, waktu itu sudah aku tentukan terlebih dahulu. Yaitu di UGM dan UNY. 
Oke, Kembali ke faktor yang aku pertimbangkan. Aku mempertimbangkan apa saja yang menjadi kelemahanku dan kemampuanku terlebih dahulu, kemudian aku mempertimbangkan aku itu lebih suka dalam hal apa dan aku betah melakukan sesuatu apa. Karena aku betah berhitung (meskipun kadang-kadang nggak nemuin jawabannya juga), suka logika, betah di depan komputer berjam-jam (meskipun cuma nggame, edit foto) dan nggak betah kalo disuruh belajar bologi atau sejarah (apalagi kalo besoknya mau ulangan 2 mapel itu, jadinya pas malem, eh belum sampai malem ding, udah ketiduran sambil megang buku catatan atau buku paket, haha). So, karena waktu itu esoknya kertas dari BP yang suruh nulis jurusan yang akan diambil (boleh berubah ketika akan benar-benar mendaftar) harus segera dikumpulkan, akhirnya aku memlih jurusan Matematika dan Teknologi Informasi (UGM) serta Pendidikan Matematika dan Pendidikan Teknik Informatika (UNY). Iya, seingetku sih waktu pertama kali nulis di BP aku milih itu. --a

Kemudian, beberapa hari sebelum pendaftaran, aku sempat chatting via FB sama kakak pertamaku. Dengan beberapa obrolan, akhirnya aku mengubah pilihan jurusan. Karena masalah pemilihan jurusan, kedua orangtuaku memberikan kebebasan kepadaku yang penting baik dan aku bisa bersungguh-sungguh. 

Dimulai dengan basmallah, ketika mendaftar aku putuskan untuk memilih Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (UGM) serta Pendidikan Matematika dan Pendidikan Teknik Informatika (UNY).

Nah, setelah menentukan pilihan, munculah rasa optimis dan pesimis. Optimisnya, Alhamdulillaah nilai-nailai raportku yang ada hubungannya dengan Jurusan pilihanku itu lumayan-lah buat membantu. Dan yang pasti doa dan support dari Ibu Bapak juga memengaruhi. Tapi nih, yang buat aku pesimis itu banyaknya saingan yang mendaftar SNMPTN Undangan. Dari seluruh Indonesia hanya diambil beberapa doang, apalagi pilihan pertamaku itu termasuk dalam 5 besar yang passing grade nya paling tinggi di UGM.

Karena aku pesimis, aku sempat merencanakan bagaimana dan kemananya akunya nanti jika tidak lolos SNMPTN Undangan sampai ke kemungkinan terburuk. Tapi dalam hatiku terus berdoa semoga dapat diterima lewat jalur undangan ini. Dan waktu itu, berhubung kakakku ngajar di bimbingan belajar, yaitu di Nurul Fikri, aku ditawarin untuk ikut Super Intensif (SI), ya..intinya persiapan mengikuti SNMPTN Tulis. Nah, entah mengapa juga, waktu SI aku seperti agak merasa santai. Padahal udah aku niatin, Maya harus bisa serius dan bisa mengerjakan SNMPTN Tulis jika SNMPTN undangan belum dapat lolos. Ya..mungkin inilah yang namanya rasa 'optimis yang terselip'.

Dan pada akhirnya, Alhamdulillaah. Tanggal 26 Mei 2012 adalah hari yang sesuatu bagiku. Pengumuman kelulusan SMA dan kelolosan SNMPTN Undangan diumumkan pada tanggal itu. Alhamdulillaah sekalii, aku dapat Lulus dan Lolos. 

So, menurutku nih ya, rasa optimis dan pesimis itu kalau datang pada diri kita ya, wajar aja, namanya juga manusia. Yang penting terus berusaha, berdoa, dan yakin. Dan yang pasti ridho dan doa Orang Tua, apalagi Ibu.


Oke, semoga dapat bermanfaat bagi semua, terutama bagi yang akan memasuki dunia perkuliahan. 
Ini hanya sekedar sedikit pengalaman dari aku.


Semoga Sukses !

17 September 2012

Alhamdulillaah

hehehe... (ketawa dulu ya.. =D)
            Luamma banget nih, aku nggak ngisi blog. Makhlum, masih sibuk persiapan UAN dan masuk kuliah. Berhubung hari ini sedang Praktikum Teknologi Informasi Kontemporer dan disuruh untuk membuat cerita dan di masukkan ke blog, ya sudahlah, saatnya meng-update blogku dan di entri ini bakalan aku tulis cerita singkatnya dari setelah UAN sampai masuk kuliah di Universitas yang aku inginkan sejak kecil..
            Jadi, beginilah cerita singkatnya..
     “Pengangguran”. Satu kata yang menjadi momok anak-anak kelas 12 setelah mengahadapi UAN. Tinggal menunggu hasil UAN dan menunggu pengumuman yang berhasil lolos SNMPTN Undangan dan pengumuman persiapan SNMPTN tulis. Berhubung kakakku ngajar di Bimbingan Belajar Nurul Fikri Yogyakarta, aku ditawarin untuk ikut Super Intensif di Bimbel tersebut, jaga-jaga kalau belum diterima di SNMPTN Undangan. Dan akhirnya, ku ambil juga tawaran itu. Sehingga, momok  “pengangguran” pun tak jadi ku alami.
            Kurang lebih selama sebulan, pengumuman hasil UAN dan SNMPTN Undangan akan diumumkan. Biar lebih spesial, aku putuskan untuk mendengar dan melihat pengumuman itu di rumah bersama orang tua. Namun, sebelum aku pulang, aku merencanakan terlebih dahulu rencana-rencana kalau aku belum lolos seleksi undangan ini.
           Tanggal 24 Mei pengumuman UAN. Alhamdulillaah, aku Lulus. Dan tempat sekolahku, SMAN 2 Ngawi juga lulus 100%. Namun, pengumuman itu belum membuat aku lega. Ada satu pengumuman lagi yang benar-benar aku tunggu. 2 hari lagi pengumuman seleksi SNMPTN Undangan.
            26 Mei 2012 pukul 16.55. Aku sudah berada di depan komputer melihat layar yang terdapat angka 00:00:05.00. Rasanya itu sangat deg-deg-deg'an. Dan akhirnya, angka itu sudah berubah 00:00:00:05. Jret! Terdapat tab memasukkan no. pendaftaran. Bismillah, kumasukkan nomorku pelan-pelan, sementara Ibu dan Bapakku berada disampingku. Ok. Langsung ku enter dengan rasa yang tak bisa kudefinisikan.
            SELAMAT! Anda...Ilmu Komputer. Alhamdulillaah, rasanya waktu itu bener-bener seneng, terharu, sampai-sampai airmata pun jatuh dan telapat tanganku ini pun menjadi benar-benar dingin. Kupeluk ibu-bapakku yang duduk disampingku. Sungguh,  tidak begitu menduga bakalan diterima disana. Padahal waktu itu, terlihat aku melihat daftar di suatu kertas,  jurusan tersebut Passing Grade-nya di urutan kedua setelah KU.
            Semoga Allah senantiasa memberiku kelancaran, keberkahan, kesuksesan dalam belajar di Universita Gadjah Mada ini. Tepatnya Fakultas MIPA, Program Studi Ilmu Komputer. Aamiin..
Hidup Mahasiswa Indonesia!

Tadinya diketik dengan aturan:
Aligment          : 4 4 3 3
Spasi               : 1.5
Font                : Times New Roman (12)
Paragraf          : Justifed 2 Halaman
Jarak               : After  : 0 - Before : 0

Yogyakarta, 17 September 2012
back-to-top
Berteman