04 November 2014

Retak

Ada beberapa faktor yang membuat sesuatu itu retak.
Faktor-faktor itu cukup beragam.
(Mungkin) ada baiknya sesuatu yang retak itu dihindarkan dulu dari faktor penyebabnya.
Dan sembari itu, agar dapat seperti biasanya sesuatu yang retak itu harus segera dibenahi.
Jika tidak, keretakan itu bisa menjadi suatu masalah yang lebih parah - pecah.


//diam

03 Oktober 2014

Idul Adha 1435 H

Allaahu akbar...Allaahu akbar...Allahu akbar..
 
Habis maghrib tadi, lantunan takbir mulai terdengar. Aku masih di lantai dua 'gedung Milan' dan bersiap untuk menekan-nekan keyboard laptop untuk 'mencatat sesuatu hal yang di-'bicarakan' waktu itu'. Entah, setelah mendengar takbir ada sesuatu yang berbeda, seperti ada hal-hal yang membuat mata berkaca ini menjadi 'berkaca-kaca'. Salah satunya sepertinya 'ingin pulang'. Padahal Idul Adha sebelum-sebelumnya yang sama-sama tidak pulang, aku tak merasakan seseuatu 'seberlebihan' kali ini. 

Apalagi tadi ketika perjalanan pulang. Jalanan setelah perempatan A.M Sangaji sampai Jalan Magelan sebelum daerah TVRI awalnya terlihat cukup gelap. Listrik mati sepertinya. Tapi kemudian terlihat 'barisan obor' yang berjalan yang diiringi lantunan takbir. Tiba-tiba... *ambil nafas* Sebegitu terasanya malam takbir kali ini. Sampai-sampai rasa ingin pulang ini mendadak hadir begitu kuat.

Tapi aku sudah merencanakan untuk tidak pulang dulu. Toh di sini aku sama keluarga juga. Mungkin aku sedang bosan kali ya? bosan tugas? Haha entahlah, sepertinya tugas-tugas ini adalah 'pemacu kerinduan' yang hebat. Apalagi tepat di suasana seperti malam ini atau (mungkin) esok malam. Hm...
Selamat hari raya Idul Adha 1435 H. Mohon maaf atas segalanya. Semoga kita semua dapat menjadi lebih baik. Aamiin.

02 Oktober 2014

Labil

(Tiba-tiba pengen marah..Tiba-tiba marahnya hilang..Tiba-tiba biasa saja..Tiba-tiba pengen nangis..)

Maunya apa??? *plakk!*

(Diem)

Ngomong dong.. *plakk!*

Nggak tau kenapa..

Halah! *plakk!*

Ditinggal waktuu..

Ya dikejar lah.. *plakk!*


Susaah :(

Ya makanya jangan cuma dipikir mulu! *plakk*

 Ada hal lain yang.....

Yang apa?!

(Diam)

Apa?! *plakk plakk plakk!*

(Masih saja diam dan berusaha menelusuri ke "koridor pikir" yang lebih mendalam)

---

Sepertinya hari ini telah terjadi pertempuran. Pertempuran antara "dua pihak yang sepihak". Ya, sepihak. Sepihak yang sebenarnya "satu". Dan yang kemudian berimbaskan suatu kelabilan. Mungkin.

Hm...tapi sepertinya kata "pertempuran" itu terlalu berlebihan untuk menggambarkan hal tersebut. Ah, tapi aku belum menemukan kata yang "pas". Ya sudah, akhirnya begitu saja. :|

28 September 2014

Pantai

Sudah berapa kali aku ke pantai? haha, sepertinya bisa dihitung dengan jari. Maklum lah, kan aku tinggalnya di "kota tengah" - kota yang jauh dari pantai, baik dari arah selatan, utara, maupun arah lainnya. Jadi harus keluar kota dulu kalau mau ke pantai (alasan sih :P). 

Dan Minggu kemarin akhirnya sempat ke pantai. Jalan-jalan ke pantainya ini juga karena "usulan yang terusulkan" di organisasi yang aku ikutin. Jadi ke sananya - ke pantai Goa Cemara itu rame-rame. Cukup meyenangkan, apalagi di tengah-tengah tugas kuliah dan tugas lainnya yang datangnya silih berganti bahkan bebarengan. Bisa melepas penat sejenak. 

Meskipun ombak di pantai itu cukup besar, tapi angin dan "aura" pantainya masih terasa. Dan sebelum ke pantai, setelah dari parkiran disuguhi dengan pohon-pohon yang melengkung. Dan sebagian membentuk seperti goa (mungkin nama pantainya diambil dari bentuk pohon-pohon ini).

Dan lagi-lagi terlintas sesuatu ketika menikmati deburan ombak di sana, melihat air membentang sangat luas yang rasanya seperti hanya berujungkan langit di amat jauh sana. Hal yang sangat jauh jika dibandingkan dengan manusia-manusianya yang ada di pantai ini juga. Apalagi seorang aku ini yang belum bisa "mengendalikan diri" dengan dan/atau di dalam air.  Bagaimana jika..... Ah, mungkin gara-gara aku pernah melihat video kejadian sesuatu di pantai. Tapi tak apalah. Setidaknya (semoga) aku bisa senantiasa untuk "Ingat". 

Deburan ombak
Ya sudah, lupakan.
Cukup begitu saja tentang ke pantainya. Ohiya,  berdasarkan pengalaman ke pantai kemarin juga, untuk para cewe-cewe berjilbab yang mau menikmati pantai, mendingan minimal bawa dua peniti atau sejenisnya (selain yang dipakai). Buat apa? Buat nyantolin jilbab yang depan dan belakang. Kan angin di pantai cukup kenceng, jadi kalau udah dipeniti, setidaknya "aktivitas tangan" bisa lebih leluasa untuk bermain dan menikmati pantai. :)

20 September 2014

Menyesuaikanlah...

Bukannya tidak biasa, mungkin hanya suasana atau sesuatu "baru" yang belum pernah dibiasakan. 
Menyesuaiakanlah... Jangan "kaku".
Cari dan ambil saja nilai yang tersirat, jika kau rasa itu kurang baik.
Tapi, hanya Tuhan kan yang dapat menilai dengan sempurna?

31 Agustus 2014

Tempelan Semester 5


Entah, aku suka banget nempel jadwal pelajaran / jadwal kuliah sejak sekolah dulu. Rasanya ada yang kurang kalau nggak nempel (wkwkwk, lebai!). Padahal hal itu bisa bikin meja atau tembok jadi "kurang bersih", tapi tetep aja aku tempel. Dan sampai sekarang hal itupun masih aku lakukan. Tapi, kalau sejak kuliah yang ditempel udah nggak cuma jadwal lagi. Tapi kadang juga ada target-target, tugas, atau segala sesuatu hal yang harus aku kerjakan. Terus jadi ngebayangin deh, saat-saat nanti kalau kita mau melepas kertas-kertas yang pernah kita tempel itu dengan perasaan yang senang karena targetnya telah terwujud. Hmm...mau! 

Dan dengan berbekal target-target yang belum tercapai sempurna sebelumnya (heah), harapannya, pengennya, semester ini sudah dapat terwujud. (Semoga..Aamiin).

28 Juni 2014

Senang - Sedih

Tanpa terasa, kemaren-kemaren malam, tepatlah sudah aku berada di dunia ini selama 20 tahun. Usiaku telah berkepala dua. ☹ Sedihnya itu, jatah waktu hidupku di dunia ini telah berkurang 20 tahun dan.... apa yang telah aku lakukan sampai saat ini? Rasanya apa yang telah aku lakukan ini masih ecek-ecek banget. Apalagi sekarang udah kepala dua, setidaknya juga sifat dan perilakuku minimal harus sesuai dengan umur (pengennya!).

Yah, namanya juga hidup. Okelah, jangan terlalu dipikir sedihnya terus. Dan makanya, harus berubah! Dan setidaknya hari ini juga ada doa-doa dari keluarga dan teman-teman. Ibu, Bapak, dan mas Dwi yang pagi-pagi telepon. Hm, this is so special! Mungkin ditambah rasa kangen pengen pulang juga yang membuat senang ketika mendengar suara mereka. Dan ditanya iseng juga,"nak pengen, nyuwun opo?" Hehe, padahal cuma iseng, bingung juga jawabnya - nggak biasa minta aneh-aneh. Dan akhirnya aku hanya meminta sesuatu (lagi) yang sudah dibilang sebelumnya. 7330777037 ☺. 

Dan nggak nyangka juga dapat surprise sederhana tapi 'eh dari mas Eko, mbak Is, mas Arham dan dek Ufa yang waktu itu lagi bobok (surprise yang sepertinya semigagal - garagara aku nggak jadi pulang malem :P). Brownies berlilinkan (ih, apa~) angka 20. Dan browniesnya langsung diserbu Arham dan disuap-suapin ke kami semua.

Aamiin..aamin.. dan terimakasih atas doa dari keluarga dan teman-teman. 

Dan satu lagi, kayaknya si Nur anak biologi ini seneng banget sekarang ada temennya yang berkepala dua. ⍨ Huhu..tapi jleb-nya itu kata-katnya yang,"jangan ......., jangan ....... lagi." Okedeh, saya akan berusaha kakak. Ajari laah :P. Karena bener juga, aku udah gak cocok lagi kalau masih kayak gitu ☹.

 Okelah, begitu saja. Inget may, udah kepala dua! kepala dua! ke-pa-la DUA!

back-to-top
Berteman