Ketika sebelum-sebelumnya menonton TV atau mendengar cerita-cerita tentang "Lupa Ingatan" apalagi dalam kondisi sadar, terkadang membuat saya "bertanya-tanya: kok bisa?". Dan ini bukanlah suatu sanggahan, melainkan hanya auto pertanyaan yang muncul dari diri saya sendiri yang tidak/belum memiliki ilmu tentang ini.
Jujur, saya sedikit senang ketika ada orang-orang yang memahami/mengerti kondisi ini. Baik dari mereka yang memiliki latar belakang kesehatan, maupun tidak. Namun memang ada orang yang meragukan atau mempertanyakan tentang hal ini, tapi Hei! saya pun juga "nggumun". So, it's ok.
Cerita ini dimulai pada 19 Maret 2026, hari Kamis malam, H-1 atau H-2 Lebaran di UGD RS Umum Ngawi, dimana pada waktu itu ini saya sadari saya baru benar-benar "sadar", peristiwa per malam itu sudah mulai terekam. Saya terbaring di UGD menunggu hasil rontgen paha kiri saya. Saya diantar Mas dan Mbak, janjian di sana dengan sepupu yang kebetulan adalah kerja di RS sana. Alhamdulillah, hasil rontgen aman. Tapi btw jangan tanya detail juga ya, karena saya rasanya kayak di kepala itu masih penuh pertanyaan "sebenarnya saya tadi kenapa sih?". Jadi yaudah, pasrah ke Mas.
Perjalanan pulang, mampir ke penjual es di depan Alfamart Karangasri. Dan ternyata setelah penjualnya tau untuk kompres, diberilah es batu itu secara cuma-cuma.
Sampai rumah, mulai disambut ponakan-ponakan, dirawat Ibuk, dan Alhamdulillah Ibuk masih membantu saya untuk menjaga puasa saya waktu itu. Ketika ceritanya sampai rumah sekitar jam 5 sore, saya tidak diberi minum selayaknya orang yang habis jatuh. Ohiya, waktu itu yang saya rasakan adalah sakit di bagian paha kiri saya. Ketika perjalanan pun, ketika melewati jalan yang tidak mulus, pasti berasa sekali. Dan konon katanya waktu habis maghrib, ketika berangkat ke RS, saya sampai di gendong Mas. Namun sayangnya, sampai sekarang saya belum bisa mengingatnya sama sekali. Hehe.
Sampai rumah, mulai disambut ponakan-ponakan, dirawat Ibuk, dan Alhamdulillah Ibuk masih membantu saya untuk menjaga puasa saya waktu itu. Ketika ceritanya sampai rumah sekitar jam 5 sore, saya tidak diberi minum selayaknya orang yang habis jatuh. Ohiya, waktu itu yang saya rasakan adalah sakit di bagian paha kiri saya. Ketika perjalanan pun, ketika melewati jalan yang tidak mulus, pasti berasa sekali. Dan konon katanya waktu habis maghrib, ketika berangkat ke RS, saya sampai di gendong Mas. Namun sayangnya, sampai sekarang saya belum bisa mengingatnya sama sekali. Hehe.
Dan ketika melihat ibuk membantu saya makan, tidur, minum obat, dan beberapa hal lainnya di malam itu, seketika membuat saya sedih. Ibuk yang setiap hari harus membantu bapak melakukan aktivitas sehari-hari, dan harusnya saya membantu, ini saya malah menambah kerjaan Ibuk (ngetik ini mbrabak :"). Tapi yakin, ini nggak parah kok. Besok udah aman. Kuncinya kudu yakin (dulu)!
Sesekali saya ngobrol sama ibuk, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan cerita orang-orang sekitar, histori chat WA, histori google maps pada hari itu...
Hari Kamis itu, saya ada jadwal piket masuk. Dan karena hari libur dimulai hari Rabu, saya memang sengaja Pulang-Pergi Ngawi-Madiun sejak hari Senin. Senin, Selasa, masuk seperti biasa, Rabu libur, kemudian Kamis ada jadwal piket masuk.
Dan karena lebaran jalan raya lebih ramai, saya memang sengaja ingin mencoba jalur lain, lewat dalam. Sebelumnya sudah saya coba pada hari Selasa sore ketika pulang kerja, tetapi karena masih salah belok, akhirnya membuat perjalanan saya jadi lebih lama, Lalu saya ingin coba lagi hari Kamis itu. Sebelumnya, sambil piket pelayanan, saya buka Maps untuk mempelajari jalur yang akan saya lewati. Kemudian, usai pelayanan, saya ke beberapa toko dulu untuk mencari sesuatu untuk kebutuhan Lebaran. Selain itu, juga sempat tidur sebentar di kos dulu. Dan akhirnya pas setelah Ashar, sekitar setengah 4 saya putuskan untuk pulang. Pulang melewati jalur yang sebelumnya sudah sempat saya pelajari. ...
Dan karena lebaran jalan raya lebih ramai, saya memang sengaja ingin mencoba jalur lain, lewat dalam. Sebelumnya sudah saya coba pada hari Selasa sore ketika pulang kerja, tetapi karena masih salah belok, akhirnya membuat perjalanan saya jadi lebih lama, Lalu saya ingin coba lagi hari Kamis itu. Sebelumnya, sambil piket pelayanan, saya buka Maps untuk mempelajari jalur yang akan saya lewati. Kemudian, usai pelayanan, saya ke beberapa toko dulu untuk mencari sesuatu untuk kebutuhan Lebaran. Selain itu, juga sempat tidur sebentar di kos dulu. Dan akhirnya pas setelah Ashar, sekitar setengah 4 saya putuskan untuk pulang. Pulang melewati jalur yang sebelumnya sudah sempat saya pelajari. ...
Dan sekitar jam 5, tiba-tiba saya sudah diantar pulang sama (katanya) Suaminya yang menabrak saya. Saya diantar pulang dengan naik motor saya dengan kondisi kaca depan samping dan spion pecah (baru terlihat luarnya saja waktu itu). Anaknya juga ikut mengantar dengan membawa motor Suaminya itu. Perjalanan dari tempat kejadian sampai dengan rumah termasuk "santai" daripada saya biasanya, karena waktu yang tertera pada histori google maps saya adalah 52 menit. Katanya, suaminya yang nabrak itu minta maaf karena istrinya telah mengambil jalan saya. Orang baik, katanya akan bertanggung jawab semuanya.
Kata ibuk, saya tiba-tiba masuk rumah dengan senyum-senyum, dan kemudian duduk di pinggiran kasur di kamar. Kebetulan juga beberapa tetangga sedang ater-ater ke rumah, dan sempat menemani saya di kamar. Dan faktanya, sampai sekarang, saya coba ingat itu, belum bisa sama sekali.
Dan sampai sekarang, terkadang saya coba iseng mengingat, mencoba memberikan pertanyaan kepada diri sendiri, seperti, waktu diantar pulang, sampai rumah saya turun motor di bagian mana?
Bagaimana bentuk wajah mbak dan suaminya itu?
Siapa saja, pakai baju apa saja tetangga-tetangga yang sempat duduk di sekitar saya itu?
Bagaimana proses saya jatuh? Ekspresi saya?
Bagaimana proses saya ngasih tau dan bisa sampai rumah?
Dan ternyata, sampai saat ini, sampai saya menulis ini, belum bisa teringat sama sekali.
Begitulah ceritanya.
Dan ternyata yang membuat saya terkadang "lelah" dari semua ini adalah menjawab pertanyaan beberapa orang berkali-kali, dan itupun sesuatu yang sulit untuk saya ceritakan, Kemudian menerima dan menanggai saran dari setiap orang yang berbeda-beda, menerima tanggapan dari setiap orang yang berbeda-beda...
Sebegitu pemikirnya saya memang (ini kurang bagus, bantu saya untuk mengurangi ya) , sampai membuat suatu hari saya merenung untuk menimbang berbagai masukan itu. Mencoba bercerita, diskusi dengan keluarga juga. Sampai akhirnya bisa memutuskan apa yang saya lakukan selanjutnya waktu itu.
Lebaran hanya keluar waktu hari H untuk sholat ID, itupun dengan sluku, dan hari Kedua lebaran. Karena momen yang semua bisa kumpul genap seperti ini jarang, dan bapak yang pasca stroke pun juga ikut. Jadi tetap ikut keluar namun dengan tidak seperti biasanya, lebih kalem, lebih pelan, lebih berhati-hati. Tetapi setidaknya masih di Ngawi saja dan tidak sampai malam.
Selain 2 hari itu, hanya di rumah saja. Sampai dengan waktu masuk tiba, sakit di paha masih cukup terasa, apalagi untuk beraktivitas. Bengkak dan merah di mata juga mulai muncul dan terasa. Akhirnya saya mengambil cuti tiga hari.
Bagaimana bentuk wajah mbak dan suaminya itu?
Siapa saja, pakai baju apa saja tetangga-tetangga yang sempat duduk di sekitar saya itu?
Bagaimana proses saya jatuh? Ekspresi saya?
Bagaimana proses saya ngasih tau dan bisa sampai rumah?
Dan ternyata, sampai saat ini, sampai saya menulis ini, belum bisa teringat sama sekali.
Begitulah ceritanya.
Dan ternyata yang membuat saya terkadang "lelah" dari semua ini adalah menjawab pertanyaan beberapa orang berkali-kali, dan itupun sesuatu yang sulit untuk saya ceritakan, Kemudian menerima dan menanggai saran dari setiap orang yang berbeda-beda, menerima tanggapan dari setiap orang yang berbeda-beda...
Sebegitu pemikirnya saya memang (ini kurang bagus, bantu saya untuk mengurangi ya) , sampai membuat suatu hari saya merenung untuk menimbang berbagai masukan itu. Mencoba bercerita, diskusi dengan keluarga juga. Sampai akhirnya bisa memutuskan apa yang saya lakukan selanjutnya waktu itu.
Lebaran hanya keluar waktu hari H untuk sholat ID, itupun dengan sluku, dan hari Kedua lebaran. Karena momen yang semua bisa kumpul genap seperti ini jarang, dan bapak yang pasca stroke pun juga ikut. Jadi tetap ikut keluar namun dengan tidak seperti biasanya, lebih kalem, lebih pelan, lebih berhati-hati. Tetapi setidaknya masih di Ngawi saja dan tidak sampai malam.
![]() |
| Eyeshadow alami wkwk |
Dan.. akhirnya sampai dengan hari ini. Alhamdulillaah sudah jauhhh membaik. Luka di mata sudah menghilang, luka dan sakit di tangan sudah menhilang, tinggal sedikit rasa dan bengkak di paha yang masih sedikit tersisa. Namun sudah bisa beraktivitas normal.
Dan nggak nyangka, nggak pernah kepikiran aja, kalau bakal jadi anak grab selama sebulan lebih ini.
Ah, kangen motoran. Hehe.
Jangan lupa berdoa yaa, untuk apapun itu.
Maaf dan terima kasih untuk siapapun.
Ah, kangen motoran. Hehe.
Jangan lupa berdoa yaa, untuk apapun itu.
Maaf dan terima kasih untuk siapapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar