04 November 2014

'Kapal-Kapalan'


Bukan perahu kertas.
Aku tak mau bilang itu adalah perahu kertas.
Selain nanti bisa menjadi seperti judul film dan buku - hehe - aku juga tak pernah menyebut itu dengan perahu kertas.

Kapal-kapalan.
Iya, kapal kertas. Kapal yang terbuat dari kertas. (u don't say banget ni kalimat :v).
Setelah liat gambar kapal-kapalan di suatu situs hiburan kemarin lusa, rasanya pikiranku langsung melaju mundur ke beberapa tahun yang lalu ketika aku masih kecil.

Masih ingat waktu itu, ketika hujan turun di hari yang masih cerah. Selokan kecil (bukan got) di samping rumah adalah salah satu tempat bermain yang menyenangkan jika hujan turun dengan 'kalem' - maksudnya deras, tapi nggak ada angin kencang dan petir. Dengan segera aku buat kapal-kapalan itu. kemudian kulepaskan kapal-kapalan itu ke selokan kecil, membiarkan berjalan semaunya mengikuti aliran air hujan yang jernih. 

...

Hm... apa kabar masa kecilku? Aku rindu. Semuanya kini telah banyak berubah. Umurku semakin bertambah, semuanya semakin bertambah tua. Ada saja sesuatu yang baru berdatangan. Apapun semakin meluas.

Terimakasih kapal-kapalan. Kau telah berhasil membawaku ke masa kecil. Ya, meskipun tak sepenuhnya. Aku rindu. Aku rindu masa kecil (lagi dan lagi).

No comments:

Post a Comment

back-to-top
Berteman