01 April 2014

#4 Pelajaran Hari Ini

"Saat ini fokus ini, saat itu fokus itu" 

Fokus. Hal ini pernah sedikit dibahas saat awal-awal kuliah Kriptografi. Bapak dosen sempat (menyarankan?) untuk mencoba fokus terhadap satu hal setidaknya 15 menit saja, bahkan 1 menit sajapun tidak apa-apa. Yang penting pokoknya kita bisa benar-benar fokus. Dan alhasil ketika aku mencoba langsung saat kuliah, jadinya malah kemana-kemana. 

Dan hari ini, rasanya aku telah tidak fokus terhadap beberapa hal yang aku lakukan. Hal ini ternyata memang berdampak ke kegiatan yang dilakukan saat itu dan bahkan juga kegiatan lain. Tentang misalnya apa, aku tidak bisa menuliskan secara langsung. Sebab, bingung juga sih nulisnya gimana. Yang jelas, beberapa ketidakfokusan hari ini telah menyebabkan keterlambatan waktu dan berpikir langkah apa yang harus dan akan dilakukan, 'kekurangseriusan' memegang sesuatu, dan susahnya mendengar sesuatu yang padahal dapat terdengar. 

Oleh  karena itu, jika ingin lebih 'lancar' dalam melakukan sesuatu/kegiatan, alangkah lebih baik jika kita dapat fokus. Lebih fokus. Apalagi aku ini yang mudah terbawa dengan suasana hati (halah! :v).

09 Maret 2014

Hubungan antara B-tree dan Disk

[Postingan kali ini agak berbeda dari postingan sebelum-sebelumnya. Lebih (sedikit) serius dan tidak 'macem-macem'. Tentu saja hal ini dikarenakan postingan kali ini adalah sebuah tugas. Tugas kuliah Analisis dan Desain Algoritma II tentang hubungan antara B-tree dan disk. Semoga bermanfaat. -- Maaf pak, saya pembukaan dulu.. ]

Sudah menjadi hal biasa, entah itu file tugas, file program, atau bahkan file hiburan yang kita miliki pasti sudah mencapai "sekian" GB. Tentu saja hal ini terlalu besar apabila akan kita simpan dalam memori  (primary storage), sehingga diperlukan suatu disk (secondary storage) untuk tempat penyimpanannya.  

Apabila kita menggunakan disk untuk menyimpannya, akan terjadi banyak hal mekanis yang dapat memperlambat suatu proses. Kita harus menggunakan struktur blok pada disk untuk menyimpannya - misal suatu basis data. Disk akan dibagi menjadi beberapa blok yang ukurannya sama, dimana blok itu adalah satuan unit transfer antara disk dengan memori.

Perlu kita ketahui. sebuah akses ke disk diperkirakan 10.000 kali lebih lambat daripada akses ke main memory yang bisa disetarakan dengan 200.000 instruksi. Jadi, jumlah akses ke disk akan mendominasi running time. Oleh karena itu, dalam hal ini akan dibutuhkan sebuah teknik pencarian yang dapat meminimalkan jumlah akses ke disk dan dapat me-manage data (yang biasanya berukuran besar)  dari harddisk.

Dan teknik yang dibutuhkan dalam hal di atas adalah B-tree, pohon yang bersifat multiway (tiap simpul dapat memiliki lebih dari dua anak). B-tree adalah sebuah balanched search tree yang dapat menyimpan data secara berurutan dan biasa digunakan dalam basis data karena strukturnya yang memungkinkan untuk pencarian, akses sekuensial, penambahan, serta penghapusan dalam waktu yang relatif singkat, yang setiap simpulnya terdiri dari (m/2) sampai m buah simpul anak. 

Sebuah B-Tree didesain untuk digunakan pada disk. Disk hanya dapat membaca dan menulis blok data yang berukuran tetap dan besar sekaligus. Sebuah B-tree dapat menyimpan banyak key di setiap simpulnya, sehingga sebuah disk dapat mengakses banyak key dan branching factors pohon sangat tinggi, sehingga pohon yang kecil akan dapat menyimpan key dalam jumlah yang sangat besar yang dapat diakses hanya dengan beberapa operasi. 

Jumlah akses disk diukur dari jumlah page informasi yang dibutuhkan untuk 'dibaca dari' atau 'ditulis ke' disk. Kita ketahui bahwa waktu akses disk itu tidak konstan - bergantung pada jarak antara track sekarang dan track yang diinginkan dan rotasi awal disk juga.  

Karena data yang tangani begitu besar, semua data tidak masuk ke main memory secara serentak. Algoritma B-tree akan menyalin page yang dipilih dari disk ke main memory yang diperlukan dan menulis kembali ke page disk yang telah berubah. Dan karena algoritma B-tree hanya membutuhkan sejumlah page yang konstan dalam main memory setiap saat, maka ukuran main memory tidak membatasi ukuran B-tree yang dapat ditangani.

Berikut adalah model operasi disk dalam bentuk pseudocode :
x kita jadikan pointer ke objek. jika objek sudah di main memory komputer, maka kita dapat mengarahkan field ke objek seperti biasa : key[x] misalnya. Jika objek menunjuk pada x yang terletak dalam disk, bagaimanapun, maka kita harus melakukan operasi DISK-READ(x) untuk membaca objek x ke dalam main memory sebelum field-nya dapat dirujuk. (Kita asumsikan bahwa jika x sudah di main memory, maka DISK-READ(x) tidak memerlukan akses disk). Demikian pula, operasi DISK-WRITE(x) digunakan untuk menyimpan berbagai perubahan yang akan telah dibuat ke field objek x.

Karena kebanyakan running time sistem algoritma B-tree ditentukan terutama oleh jumlah operasi  DISK-READ dan DISK-WRITE yang dilakukan. Sehingga layak untuk menggunakan operasi ini secara intensif dengan memintanya untuk membaca dan menulis informasi sebanyak mungkin. Jadi, sebuah simpul B-tree biasanya sebesar keseluruhan disk page. 

Untuk B-tree  besar yang disimpan pada disk, branching factors antara 50 dan 2000 sering kalli digunakan, tergantung ukuran relatif key ke ukuran sebuah page. Sebuah branching factors yang besar mengurangi height dari pohon dan jumlah akses disk yang diperlukan untuk menemukan beberapa key. 


Sumber Referensi :
Catatan Kuliah ADA II (3 Maret 2014), Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3, Sumber 4

06 Maret 2014

Karena Gelap tak selalu Gelap

Halo gelap!
Mungkin kau akan bertanya heran,
mengapa aku menyapamu?
Padahal aku sering tak menganggapmu dan menjauhimu.

Gelap, lupakan itu..
Aku sudah mulai mengenalmu perlahan-lahan,
dan tentunya sedikit-sedikit aku sudah bisa dekat denganmu.

Dan ternyata,
kamu sering membawa banyak teman, gelap.
Tantangan, imajinasi, kedamaian, pikiran, dan teman lainnya.

Ah, andai tiap aku bersamamu aku selalu bisa bercengkerama dengan teman-temanmu itu juga.
Tapi apa daya, ego dan amarahku sering kali menghalangiku untuk menemui teman-temanmu..

Ya sudahlah gelap,
Rayu teman-temanmu biar mau bercengkerama dengan berbagai kondisi dan keadaanku ya..

14 Februari 2014

Hujan Abu, Salah Satu Imbas Letusan Gunung Kelud

Bencana di negriku ini kembali terjadi. Gunung Kelud meletus. Dari informasi yang aku dapat, gunung Kelud meletus kemarin malam sekitar pukul 22.49 WIB. 

Apakah ini merupakan peringatan, bencana, atau bahkan.. ah, tak mau aku mengira-ngira tentang "ini termasuk apa" di sini. Tiap manusia punya pandangan dan tanggapan yang berbeda-beda. Ambil saja hikmahnya. Karena memang, hanya Allah yang Maha Mengetahui segalanya dan sesungguhnya.

Depan Kontrakan Kakak di Jogja
Oke, ke pembahasan yang lain saja.
Luas. Ya, menurutku itu satu kata yang dapat mewakili dampak dari meletusnya gunung Kelud ini. Tadi pagi, ketika baru bangun, terdapat satu pesan dari kakakku yang di Jogja yang menanyakan apakah letusan gunung Kelud sampai Ngawi dan apakah juga hujan abu. Dan aku yang di Ngawi justru tidak merasakan apapun dan ketika aku langsung melihat keluar, hujan abu tidak aku rasakan dan dedaunan masih hijau saja. Emh, kok bisa ya? Padahal dari berbagai informasi yang aku dapat, di Jogja sudah hujan abu, begitu juga yang di Sragen, Klaten dan Jogorogo (salah satu daerah di Ngawi, tapi lebih selatan dari daerahku).

Hingga pada akhirnya, sekitar pukul 6, terlihat abu sedikit demi sedikit berjatuhan di luar rumah. Sepertinya semakin lama semakin deras. Kalau dilihat dari jaraknya, antara Kelud-Jogja dan Kelud-Ngawi, jelas saja dekat Kelud-Ngawi. Tapi kok yang merasakan lebih dahulu malah yang di Jogja? Emh, mungkin karena dipengaruhi oleh arah kali ya? letak Ngawi (tepatnya daerahku) itu letaknya lebih utara dibanding kota-kota yang sudah terkena hujan abu terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah gambar-gambar yang telah aku abadikan tadi pagi di sekitar rumah. Dari jalan raya samping rumah yang terlihat mak kedul (kayak berasap) ketika ada kendaraan yang lewat-sampai belakang rumah yang daun-daunnya pun berubah menjadi putih-putih.
Jalan Samping Rumah (Jalan Raya Cepu) - Mak Kedul, tiap ada kendaraan lewat
Jejak Kaki pun Terlihat
Pohon Cabai yang Daunnya Memutih
Dedaunan di Belakang Rumah
Mungkin cukup itu saja gambar-gambar yang bisa aku bagikan disini. Dan saat aku menuliskan ini, sepertinya hujan abu disini sudah mulai reda, semoga di kota-kota lain juga. Aamiin.

Ohiya, pasti kita bisa lihat kan? berbagai hal tentang peristiwa ini dimana-mana, baik dari berbagai berita, tulisan, gambar atau bahkan merasakan sendiri secara langsung. Begitu besar kuasa Allah, begitu jelas kehendak Allah. Letusan satu gunung saja sudah berdampak/berimbas di tiga provinsi. Dan di dunia ini begitu banyak gunung, tak usah jauh-jauhlah, di negara kita saja sudah begitu banyak bahkan di satu pulau saja juga sudah banyak. Ah sudah, pikiranku sudah mau ber-gelayutan kemana-mana.

Semoga keadaan ini segera membaik, kita semua selalu diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi berbagai aral rintang, terutama untuk semua korban letusan gunung Kelud saat ini dan semoga kita selalu mendapat hidayah-Nya. Aamiin.

12 Februari 2014

Antara (akan) Merindukan dan (akan) Menyesali

Aku terus berjalan mengikuti alur waktu ini. Aku akan meninggalkan saat ini. Perlahan tapi begitu cepat. Sering kali pikiranku tidak sejalan dengan alur waktu ini. Waktu begitu terus mendahuluinya. Dan "harap" adalah salah satu kekuatan untuk aku bisa berpikir. Berpikir apa yang aku lakukan saat ini, berpikir apa yang harus aku pikirkan. Tapi, apakah aku sudah menggunakan kekuatan "harap" ini? Emh, iya memang, "harap" ini sudah aku isi dengan peluru-peluru harapan hidup. Hidup sekarang dan hidup kedepannya. Ah, tapi aku sungguh lemah rasanya. Kekuatan ini sering kali tak aku gunakan. Jadinya pun pikiranku tertinggal oleh waktu. Sungguh, sebenarnya aku tak ingin "nanti" yang akan jadi "saat ini" itu akan ku sesali. Menyesali karena pikirku yang tertinggal, sehingga tak melakukan yang harus lakukan saat itu, menyia-nyikan sesuatu begitu saja, bahkan melakukan hal yang sia-sia.
 
Aku ingin, "saat nanti" itu selalu aku rindukan. Merindukan karena pikirku sejalan alur waktu - hidup saat itu berguna, menjadi manusia yang bemakna, tak melakukan hal yang sia-sia, dan selalu pada jalan Tuhanku.

Ya, kembali pada diriku - yang hanya sebatas manusia. Manusia yang tak luput dari kesalahan. Aku hanya ingin menuliskan dan menekankan, merindukan itu lebih enak dari pada menyesali. Tak ada salahnya kan, aku mempunyai suatu keinginan? Keinginan untuk saat nanti. Saat nanti yang bukan beberapa tahun lagi. Tapi saat nanti setelah detik demi detik dari saat ini, saat-saat yang akan selalu aku lewati.

20 Januari 2014

#3 Pelajaran Hari Ini

"Tiada salahnya jika kita berangan-angan terlebih dahulu, meskipun angan-angan itu sangat tinggi"

Terkadang aku mendengar, entah sengaja atau tidak, bahwa untuk mencapai hal yang sulit (biasanya dikenal banyak orang itu sulit dan jarang sekali orang yang mencapai titik keberhasilan dari hal tersebut), kita cukup meraih posisi yang "cukup" itu sudah merupakan suatu keberhasilan, tak perlu mencapai puncak dari hal tersebut-apalagi untuk kita yang kemampuannya hanya pas-pasan.

Ah, entah kenapa ketika mendengar sesuatu yang ada hubungannya dengan hal di atas, dalam hatiku rasanya sedang berontak tidak setuju. Tapi entah juga, aku tak bisa menyampaikan secara langsung. Mungkin cukup "senyum" yang mewakilkan suatu tanggapan. Itupun kalau aku mendengar secara sengaja dan secara langsung.

Entah aku orangnya yang keterluan, atau sok gimana, aku tak tau (monggo, orang lain yang menilai). Yang jelas aku hanya orang pas-pasan-ah, maaf aku ralat-hanya orang yang sangat pas-pasan yang cuma sering berangan-angan dan kadang terlalu tinggi angan-angannya. Dan jika ditanya, "Apakah tercapai semua angan-angannya?" Akupun akan menjawab,"Semua? ada yang sudah, belum, dan tidak."

Iya, banyaaak yang belum tercapai :( dan ada yang "sudah tidak tercapai" lagi malah. Yang "sudah tidak tercapai" itu anggap saja karena 'masa aktifnya' sudah habis, haha. Tapi yowes, angan-angan itu tetap ada dan pengennya sih jadi pemacu untuk menjalani keping-keping cerita hidup ini, hehehe. Namanya juga manusia, setan malas, capek dan sebagainya sering kali membuntuti perjalanan ini. Tapi dengan adanya beberapa angan-angan yang sudah tercapai, moga saja bisa jadi senjata buat menghantam mereka (setan malas dan kawan-kawannya).

Ah, sudahlah, Banyak cuap-cuap nantinya malah jadi OOT dan semakin menyeleweng saja. Intinya sih cuma pengen bilang, kalau menurutku berangan-angan atau berangan-angan tinggi nggak ada salahnya atau bahkan merupakan suatu pelengkap dari tercapai tidaknya titik keberhasilan dari suatu hal. Ohiya, nggak cuma berangan-angan sih, berusaha, berdoa dan kawan-kawannya juga pasti dan harus berperan. 

Oke, semoga angan-angan kita semua tercapai dengan indah! :)

13 Januari 2014

#2 Pelajaran Hari Ini

[Sebenarnya "hari ini" itu adalah tanggal 7 Januari kemarin sih, namun terpaksa ditulis "hari ini" karena biar sesuai dan/atau seragam dengan judul sebelumnya, dan pada waktu "hari ini" itu aku nggak sempat untuk menulis (masih UAS)]

"Kalau nggak pengen ribet, ya nggak usah ceroboh!!"

Sekitar jam 7-an malam, aku barusan sampai rumah dari kampus setelah mengikuti tutorial PDE (Persamaan Diferensial Elementer). Rencananya, setelah itu aku ingin istirahat dulu (baca: tidur) sebelum mulai belajar lagi. Tapi entah mengapa, waktu itu aku ingin menyiapkan terlebih dahulu buku-buku apa saja yang akan aku gunakan buat belajar nanti sama mengecek alat tulis. Ketika aku mengecek alat tulis, tiba-tiba aku teringat kalau tadi waktu ujian ADA (Analisis dan Desain Algoritma) aku belum sempat memasukkan kembali kartu ujianku di kotak pensil. Langsung saja aku segera untuk mengecek, Benar, kartu ujianku tidak ada. Aku coba cari di celah-celah buku dan kertas yang tadi aku bawa dan mencoba mencarinya di seluruh bagian tas. Ternyata tidak ada juga.

Seketika pikiranku jadi nggak tenang karena terlalu kepikiran "besok bagaimana?" (dasar si pemikir!). Langsung aja aku tanya/sms ke beberapa temanku siapa tau ada yang tau tentang "kartu ujian hilang" atau "ujian tanpa kartu ujian".


Sampai pada akhirnya ada jawaban/balasan dari beberapa temanku yang dapat  membuatku kembali "woles". Yaitu datang ke TU dulu siapa tahu kartuku masih benar-benar tertinggal di ruang ujian dan ditemukan pengawas, dan jika tidak ada maka bisa membuat surat pernyataan bermaterai ke akademik untuk mendapatkan kartu pengganti yang hilang. 


Oke, akhirnya aku bisa istirahat dulu sebentar dan lanjut kembali "mendekati" PDE lebih malamnya nanti. Sampai pada esok harinya, aku segera membuat surat pernyataan dan untungnya juga aku masih punya materai. Setelah itu, sekitar jam 8 pagi aku segera ke kampus. Dan ternyata di TU kartuku tidak ada, sehingga aku langsung ke akademik.


Alhamdulillaah, akhirnya aku udah dapat kartu ujian lagi. Jam 9 aku sudah sampai rumah lagi, dan bersiap kembali melanjutkan "mendekati" PDE untuk melawannya jam 1 siang nanti. 

Dari peristiwa hari itu yang aku ceritakan di atas, aku dapat mengambil sebuah pelajaran, bahwa kalau kita nggak ingin ribet dan akhirnya menambah "kegiatan" yang seharusnya bisa tidak kita lakukan, maka kita jangan sampai ceroboh dan melupakan sesuatu hal, baik hal kecil maupun hal besar.


back-to-top
Berteman